Translate this page from Indonesian to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Widget edited by abu haqqilah

Thursday, February 25, 2010

PENYAKIT ASMA

Asma (Asthma bronchiale) adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan adanya gangguan pada sistem pernapasan yang dapat menyebabkan kesulitan dalam bernapas. Terjadinya asma disebabkan oleh ondisi inflamasi kronis pada saluran perapasan. Gejala gejala yang umum dijumpai adalah batuk, mengi(wheezing), sesak hingga sulit bernapas. Penyebab asma masih belum diketahui keseluruhan. Sebagai pencegahan, pemicu asma harus dihindari. Kematian akibat asma seringkali karena tidak disadari bahwa asma yang dialami cukup parah sehingga kondisi tersebut tidak diterapi dengan baik.

Pada anak-anak, asma biasanya terjadi apabila orang tuanya mempunyai gangguan alergi terhadap sesuatu. Faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya asma diantaranya: alergen (serbuk sari, jamur, kutu rumah, hewan), cuaca dingin, olah raga, infeksi saluran napas yang disebabkan oleh virus, stimulus psikologi (misal : stres, cemas), obat (aspirin, ibuprofen), polutan industri kimia.
Berdasarkan penyebabnya, asma dapat dibedakan menjadi dua macam, asma ekstrinsik dan asma intrinsik. Asma ekstrinsik (asma alergi) ditimbulkan karena alergen dan biasanya terjadi pada anakanak. Sedangkan asma intrinsik (asma yang tidak diketahui penyebabnya) dipicu oleh faktor-faktor non alergenik, seperti infeksi oleh virus, iritan, emosi dan olah raga. Asma ini umumnya berkembang pada orang dewasa. Berdasarkan tingkat keparahannya, asma dibedakan menjadi asma akut dan asma kronis.

Asma Akut Disebut asma akut apabila terjadinya bronkospasme sedemikian parah sehingga pasien sulit bernapas pada kondisi istiraat dan tingkat stres tertentu pada jantung Asma akut ditandai antara lain denga napas yang cepat (>30 kali/menit), dan meningkatnya denyut nadi. Pasien dengan severe acute asthma, denyut nadinya akan meningkat > 110 denyut/ menit.

Pasien denganPER (peak expiratory flow rate < 100 L/ menit akan kesulitan berbicare Prinsip pengobatan asmaakut adala mengurangi inflamasi, meningkatkan bronkodilatasi serta menghindari fakto factor pemicu asma. Sedangkan tujuan pengobatan yaitu mengembalikan fungsi saluran pernapasan (normal),dan mencegah serangan asma akut yang parah. Asma kronisPenanganan asma tergantung pada frekuensi dan keparahan gejala asma yang muncul.

Serangan asma yang jarang terjadi dapat ditangani dengan mengobati setia serangan bila serangan asma tersebut muncul (hanya jika perlu), tetapi untuk serangan asma yang lebih sering maka terapi pencegahan perlu dilakukan. Rute pemberian obat yang lebih disukai adalah inhalasi, sebab inhalasi memungkinkan obat langsung mencapai organ sasaran dengan dosis yang lebih kecil, sehingga kemungkinan efek samping lebih sedik mempunyai mula kerja yang cepat dan leb efektif mencegah bronkokonstriksi.

Ada dua macam obat yang digunakan sebagai bronkodilator, penyekat â 2 selektif (salbutamol dan terbutaline) dan non selektif (adrenaline, isoprenaline, orciprenaline). Pemakaian bronkodilator non selektif saat inidihindari karena obat-obat tersebut dapat menimbulkan toksisit; kardia, meskipun pemakaianbronkodilator yang penyekat â2 selektif juga dapat menyebabkan takikardi dan palpitasi tergantung pada dosis yang digunakan

No comments:

Post a Comment

Entri Populer

mtv

 

statistik

Arrahmah.Com

PRICE MY BLOG

BlogUpp!

! FOLLOW ME !

Follow by Email

{mribonkblog.blogspot.com} is proudly powered by Blogger.com | Template by Azzam nurjihad | o-om.com