Translate this page from Indonesian to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Widget edited by abu haqqilah

Saturday, November 13, 2010

“Macam-macam Ujian dalam kehidupan manusia.”



1.   Ujian Musibah
Musibah yang menimpa pada diri kita juga pada alam tidak terjadi secara kebetulan, tapi semua sudah dirancang oleh Allah SWT : sebagaimana firman dalam Al Qur’an surat (QS. 57 ayat 22, 23) yang berbunyi : “Tidak ada musibah yang menimpa pada bumi dan diri kita melainkan telah Allah rencana sebelumnya sebelum kejadian menimpa, karena bagi Allah mudah.”

Supaya tidak putus asa bagi yang lupa dan tidak gembira bagi yang datang kepadanya. Allah tidak suka pada orang yang sombong. Yang tulus menghadapi ujian musibah adalah Nabi Ayyub, karena beliau diuji berturut-turut, dari mulai hartanya habis, anak meninggal semua dan dirinya sakit yang parah sehingga tidak ada menengok, karena takut ketularan.

Tapi Nabi Ayyub tetap sabar dan tegar menghadapi ujian tersebut, bahkan beliau selalu baik sangka kepada Allah SWT.

Kejadian ini di abadikan dalam Alqur’an “Dan inilah kisah Ayyub ketika berdoa kepada Tuhan-Nya saya ditimpa kemadaratan dalam hidup, tapi Engkau Penyayang dari segala penyayang.”     (QS. 21 : 83-84)

Maka Allah mengabulkan do’anya, menyembuhkan penyakitnya, dan mengembalikan harta dan anak yang lebih banyak dan sebagai pelajaran bagi orang yang menyembah Allah.

Nabi Ayyub akhirnya sembuh dari penyakitnya karena Nabi Ayyub tidak pernah buruk sangka kepada Allah SWT. Dia berdoa, sujud dan bersyukur atas musibah yang Allah berikan.
Allahu Akbar .. Allahu Akbar.

Manusia dalam hidupnya akan diuji oleh dua bentuk yaitu kebaikan dan keburukan. Sebagaimana Allah berfirman : “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan, dan hanya kepada kamilah kami dikembalikan.”           (QS. 21 : 35).

Manfaat musibah yang Allah berikan adalah sebagai berikut :
a.   Sebagai peringatan kepada manusia yang telah menjauhi Allah SWT. Sebagaimana Allah berfirman : “Kalau Allah menghendaki menghancurkan sebuah negeri Allah sudah perintah orang yang hidup mewah dan tiran supaya taat kepada Allah. Malah hidupnya semakin masiyat, maka sepantasnya negeri itu aku hancurkan sehancur-hancurnya.” (QS.17 : 16).

b.   Melanggar aturan Allah SWT. Syariat islam tidak dijalankan dalam kehidupan akan membuat banyak musibah. Sebagaimana Allah berfirman : “Jika mereka, berpaling dari hukum yang telah Allah turunkan maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki musibah-musibah   disebabkan dosa-dosa yang mereka lakukan dan sesungguhnya manusia kebanyakan orang yang fasif.” (QS. 5 : 49).

c.   Sebagai cek keimanan benar atau dusta, karena benarnya iman seseorang setelah dihadapkan dengan ujian-ujian sebagaimana Allah berfirman : “Sungguh Allah telah menguji orang-orang sebelum kamu, karena Allah ingin tahu siapa yang benar imannya dan dusta imannya.”        (QS. 29 : 3).

d.   Kasih sayang Allah adanya musibah yang menimpa kepada manusia untuk berubah lebih baik hidupnya dengan Gunung Merapi meletus akan membuat alam subur dengan kebakaran rumahnya jadi baik dengan usaha bangkrut menjadi maju dan sukses.           

2.   Ujian Kenikmatan
Banyak manusia yang tidak merasa di uji ketika banyak kenikmatan yang dia rasakan, misalnya badan sehat, ekonominya kuat dan hidup merasa maslahat.

Padahal sebenarnya sedang mendapat ujian kenikmatan yang harus di syukuri, jangan malah ingkar kepada Allah SWT sebagaimana Allah berfirman :”Seandainya mensyukuri akan bertambahnya nikmatnya tapi seandainya mengingkari akan mendapat adzab.” (QS. 14 : 7).

Hamba Allah yang diuji oleh kenikmatan lulus adalah Nabi Sulaiman, karena dia adalah orang terkaya didunia, orang yang pintar dan sebagai penguasa tapi dia tidak sombong.


Sikap Nabi Sulaiman tidak silau dengan kekuasaan kekayaan dan kepandaian yang membuat jauh kepada Allah ta’ala. Dia adalah termasuk hamba yang bersyukur kepada Allah sebagaimana Allah firman dalam Alqur’an “Ini semua adalah karunia dari Allah kepadaku apakah saya syukur atau kufur, barang siapa bersyukur untuk dirinya dan barang siapa yang kufur, sesungguhnya Allah maha kaya dan mulia.” (QS. 27 : 42).

Dan keluar doa bersyukur dari Nabi Sulaiman. Ya Allah berikan kepadaku kekuatan untuk selalu mensyukuri nikmat (QS. 27 : 19), dan doa ini telah dibaca oleh jutaan manusia yang sadar bahwa semua karunia adalah dari Allah SWT.

Program Nabi Sulaiman bagaimana mensejahterakan manusia sebagai makhluk Allah SWT, bahkan makhluk yang lainpun di perhatikan seperti ikan-ikan dilaut diberi makan oleh Nabi Sulaiman.

3.   Ujian Bersifat Perintah dan Larangan
Kita sebagai hamba Allah yang beriman akan banyak perintah-perintah Allah yang harus kita laksanakan dengan segera dan meninggalkan larangan Allah dengan segera, karena kita tidak tahu kapan akan dipanggil menuju hari matinya.

Dalam hidup ini banyak umat islam yang berbalik dalam menjalankan perintah Allah kadang-kadang yang diperintahkan ditinggalkan dan yang dilarang malah kita kerjakan.

Hamba Allah yang sempurna menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangannya adalah Nabi Ibrahim. Allah berfirman dalam Alqur’an : “ Dan ingatlah ketika Nabi Ibrahim diuji dengan perintah dan larangan maka dijalankan dengan sempurna.” (QS. Al Baqarah : 124).

Ada beberapa perintah Allah yang harus dijalankan penuh ketaatan oleh Nabi Ibrahim yaitu :
a.   Perintah menegakkan tauhid dan dilarang berbuat musyrik Nabi Ibrahim As mendapat perlawanan dari keluarga, masyarakat, dan penguasa yaitu Raja Namrud sampai diusir bahkan di bakar oleh Raja tetap dia hadapi dengan tegar ternyata Allah menolong dan menyelamatkan beliau dari sentuhan api. Allah berfirman : “Mereka berkata bakarlah dan bantulah Tuhan-tuhan kamu, jika benar-benar kamu akan bertindak.” Kami berfiman Hai api menjadi dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (QS. 21 : 68, 69).

b.   Nabi Ibrahim diperintah untuk menyingkirkan istri muda yang baru melahirkan bayinya yang masih merah yang sedang butuh kasih dan sayang dari suami dan penjagaan yang banyak nutrisi dan bergizi tapi dia ditinggalkan dengan suka rela.
      Allah menggambarkan dalam Al Qur’an : “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman di dekat rumah Engkau Baitullah yang dihormati.” (QS. 14 : 37).
     
Nabi dari awal ingin memiliki seorang putra sebagai pelanjut perjuangan dalam dakwah aqidah yang benar setelah dikabulkan doanya ternyata harus disingkirkan ketempat yang gersang panas tidak ada kehidupan, seandainya terjadi pada diri kita tidak bakalan sangggup menghadapi perintah ini. Nabi Ibrahim bukan tidak sayang anak bukan tidak istri tapi dia lebih cinta Allah dari pada keluarganya sendiri : karena Allah berfirman : “ Dan diantara manusia ada yang menjadikan tandingan-tandingan selain Allah mereka mencintainya seperti mereka mencintai Allah, padahal orang yang beriman lebih cinta kepada Allah dari pada lainnya.”(QS. 2 : 165).

c.   Nabi Ibrahim diperintahkan di khitan dalam usia tua secara perasaan malu dan ada kesulitan melaksanakan tapi karena yang memerintahkan Allah dilaksanakan suka cita dan ikhlas demi mentaati perintah Allah SWT.

d.   Nabi diperintah oleh Allah SWT. Untuk menyembelih anak yang ditunggu-tunggu kelahirannya dan kehadirannya sebagai generasi pelanjut dakwah. Untuk menegakkan aqidah. Tiba-tiba harus disembelih oleh tangannya sendiri sebagaimana Allah jelaskan dalam Alqur’an. Maka tatkala anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim. Ibrahim berkata : “Hai Anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpiku aku menyembelihmu bagaimana pendapatmu. Ia menjawab : “Hai Bapakku, kerjakan apa yang Allah perintahkan padamu Insya Allah akan mendapatkan sabar melaksanakannya.” (QS. 37 : 102).
     
Nabi Ibrahim telah berhasil membangun mental yang militan untuk istri dan anaknya dan menyatukan penyerahan total kepada Allah dalam rangka menjalankan perintah. Allah secara berjamaah dalam keluarga.

Kejadian ini yang sering sulit dijalankan dalam keluarga kita, karena tidak memiliki iman dan taqwa yang sama dalam keluarga kita, sehingga ketika ingin beramal sering ribut memasukkan keluarga secara berjamaah anak dan cucunya dalam surga. Sebagaimana Allah SWT firmankan dalam Al Qur’an : “Dan orang-orang yang beriman dan yang anak cucunya mereka mengikuti mereka dalam keimanan, kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka disurga, dan kami tidak mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka : “Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (QS. 52 : 21).

Makanya Nabi Ibrahim yang dijamin akan masuk surga bersama keluarganya, karena suami sholeh, istri sholeh dan anak sholeha, dan ini contoh keluarga yang sukses hidupnya.
 Hikmah Idul Adha sekarang ini nanti kita jadikan sebagai barometer suksesnya keluarga dalam membangun aqidah salamah ibadah yang sholehah dan membangun Ahlakul Karimah.
 Demi tegakkan syariat islam dalam keluarga masyarakat bangsa dan Negara.

No comments:

Post a Comment

Entri Populer

 

statistik

Arrahmah.Com

review mribonkblog.blogspot.com on alexa.com

PRICE MY BLOG

BlogUpp!

! FOLLOW ME !

{mribonkblog.blogspot.com} is proudly powered by Blogger.com | Template by Azzam nurjihad | o-om.com