Translate this page from Indonesian to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Widget edited by abu haqqilah

Thursday, February 25, 2010

Wahai Para Perokok! Sayangilah Jantungmu!

Di Amerika Serikat, diperkirakan 500.000 perokok per tahunnya meninggal disebabkan serangan jantung; yakni sekitar 75% dari jumlah pasien yang meninggal karena serangan jantung pada umumnya.

Bahaya terbesar yang diakibatkan oleh kebiasaan merokok adalah rentannya jantung dan pembuluh darah perokok dalam mengalami gangguan yang umumnya menyebabkan kematian.

Gaya hidup modern juga ditengarai mampu mengusik ketenagan jantung dan pembuluh darah, hingga tubuh pun tidak bisa memiliki ketahanan yang prima. Kecemasan, depresi, gaya hidup yang serba instan, kemacetan dan di mana banyak individu mulai cenderung lebih banyak mengkonsumsi lemak ataupun makanan dengan beragam zat kimiawi yang berbahaya turut pula menurunkan daya tahan tubuh. Maka, masalah akan bertambah kompleks bila disertai dengan bahaya yang ditimbulkan pada jantung dari kebiasaan merokok; terlebih bila sang perokok selalu meminum teh dan kopi. Sesungguhnya pada saat itulah ia sedang menyumbat kerja jantung. Dengan demikian, seolah ia sedang mengarahkan diri pada suatu penyakit yang sangat berbahaya. Karena itu, sayangilah jantungmu wahai perokok!

Bahaya rokok pada kesehatan jantung dan pembuluh darah.

v Mudah Lelah dan Hipertensi

Nikotin yang dihisap seorang perokok mampu mengeluarkan catecholamines dari tubuh, yakni kumpulan zat kimiawi yang sangat dibutuhkan tubuh. Diantaranya adalah hormon adrenalin.

Keluarnya adrenalin dalam jumlah besar ini mampu mempengaruhi kerja darah; diantaranya menyebabkan denyut jantung berdetak lebih cepat sekitar 15-20 kali lipat per menitnya dan berdampak pada meningkatnya tekanan darah (hipertensi) sekitar 10-20 jenjang.

Hal ini mengindikasikan adanya kerja rodi organ jatung seorang perokok dalam menyalurkan darah ke semua organ tubuh lainnya sebagai imbas dari meningkatnya detakan yang diakibatkan oleh meningkatnya adrenalin yang keluar. Dengan demikian pula, kadar darah yang dibutuhkan pun meningkat untuk mengimbangi aktivitas yang besar. Dari sini muncul masalah lainya; bila pembuluh darah tidak sepenuhnya prima dan tidak mampu menyalurkan darah yang cukup ke organ jantung, maka secara tidak langsung, kerja jantung melemah dan tubuh pun tidak akan mampu melakukan tugas rutinitasnya dengan baik.

v Infeksi pada Pembuluh Darah dan Rentan Terhadap Serangan Jantung

Adrenalin yang berlebihan bisa mempengaruhi kerja sel darah, yakni dengan membuatnya memiliki tingkat keasaman (free fatty acids) yang cukup tinggi, hingga darah pun menjadi kental. Kekentalannya membuatnya melekat pada dinding pembuluh darah layaknya kolesterol yang berlebih. Akibatnya pembuluh darah mengeras. Pembuluh darah yang mengeras adalah pembuluh darah yang memberi asupan nutrisi pada organ jantung. Hal ini berimbas pada terhambatnya nutrisi plus oksigen yang seharusnya diterima oleh organ jantung dari pembuluh darah dan inilah yang memicu serangan jantung.

Bahaya lain yang ditimbulkan dari kebiasaan merokok lainnya adalah keadaan kesakitan yang sangat hebat di punggung saat tubuh melakukan tugas berat dan bahkan secara perlahan bisa menyebabkan kematian bagi penderitannya bila tidak melepaskan diri dari ketergantungan merokok dan tidak mengobatinya.

v Baby blues dan kesulitan bernafas.



Karbon monoksida adalah gas beracun yang dihasilkan dari pembakaran rokok; dan termasuk juga bahan yang sangat berbahaya dan merupakan limbah pabrik. Bila pada masa kini kita memerangi polusi lingkungan termasuk di dalamnya memerangi peredaran karbon monoksida secara bebas dan sejenisnya maka secara tidak langsung seharusnya kita memerangi kebiasaan merokok di lingkungan kita. Suatu penelitian telah membuktikan bahwa gas karbon monoksida yang dihasilkan dari rokok 64 kali lebih banyak dari yang di perbolehkan peredarannya pada suatu pabrik yang mengeluarkan limbah dalam bentuk asap.

Bahaya yang ditimbulkan dari gas karbon monoksida ini adalah karena menghambat keberadaan oksigen yang dihirup melalui proses bernafas, sehingga tidak bisa disalurkan bersamaan dengan darah merah ke setiap organ tubuh. Dengan keberadaan gas karbon monoksida dalam tubuh berarti mengurangi kadar oksigen yang seharusnya disalurkan asupannya ke setiap organ tubuh yang membutuhkannya. Kadar gas karbon monoksida yang ada dalam tubuh perokok aktif berkisar 5-10 kali lipat dari kadar yang dibutuhkan tubuh. Dengan demikian, kesulitan bernafas akan kerap dialami oleh mereka yang merokok bahkan mereka pun akan mengalami “ baby blues”, yakni tampak membirunya beberapa organ tubuh, khususnya pada bibir dan permukaan lidah.



v Menghambat jalannya peredaran darah



Rokok tidak hanya membahayakan pembuluh darah vena yang mengelilingi paru-paru saja, tapi juga membahayakan kapiler karena penyempitan dan penebalan yang ada padanya. Dengan kondisi tersebut, penyaluran darah dan oksigen ke otak mengalami hambatan yang kesemuanya itu disebabkan oleh hilangnya oksigen sebagai bias dari meningkatnya kadar karbon monoksida dalam aliran darah. Ujung dari semuanya itu adalah tubuh seorang perokok aktif akan tampak mudah lelah; ia akan selalu merasa pusing dan tidak mampu berkonsentrasi penuh.

Penyempitan pada kapiler ini menghambat nutrisi yang seharusnya diterima oleh organ lutut, hingga akhirnya aliran otot dalam tubuh tidak mampu melakukan tugasnya dengan baik dan darah pun tidak tersalurkan dengan baik pada organ kaki.

Sumber: Buku Tobat Merokok, Dr. Aiman Husaini

No comments:

Post a Comment

Entri Populer

mtv

 

statistik

Arrahmah.Com

PRICE MY BLOG

BlogUpp!

! FOLLOW ME !

Follow by Email

{mribonkblog.blogspot.com} is proudly powered by Blogger.com | Template by Azzam nurjihad | o-om.com