Translate this page from Indonesian to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Widget edited by abu haqqilah

Saturday, April 10, 2010

THE LEGEND OF WONG FEI HUNG

        Selama ini, kita hanya mengenal kisah Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung Fu dalam film Once Upon A Time In China. Dalam film itu, karakter kisah Wong Fei Hung di perankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun, siapakah sebenarnya Wong Fei Hung? Wong Fei Hung adalah seorang ulama, ahli pengobatan, dan ahli beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah China. Wong Fei Hung di lahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama arab, Fais. Sementara nama Hung juga merupakan dialek Canton untuk menyebut nama arab, Hussein. Jadi, bila dibahasa arab kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong. Ayahnya Wong Kay Ying adalah seorang ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (Wu Shu/Kung Fu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton, ibukota Guandong. Wong Kay Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu Wu Shu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu bela diri Wong Kay Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini dikemudian hari diwariskan kepada Wong Fei Hung.

    Pasien klinik keluarga Wong yang meminta pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa mempedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih. Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’ing yang korup dan penindas. Dinasti Ch’ing merupakan dinasti yang merubuhkan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan dikenal sebagai satu-satunya dinasti kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak memeluk agama Islam.

        Wong Fei Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah Choi inilah yang mengajarkannya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris.

        Setelah berguru pada Luk Ah Choi, Wong Fei Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan ahli bela diri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkan menjadi lebih maju. Kemampuan bela dirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien, yang dinamakan jurus Cakaran Macan dan jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memgang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

          Dalam kehidupan keluarga, Allah Subhanahu wa Ta’ala banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ke-3 nya wafat, Wong Fei Hung memutuskan untuk hidup sendirian sampai ia kemudian bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang juga ahli bela diri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

        Pada tahun 1924 Wong Fei Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustadh’afiin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang ia miliki. Wong Fei Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati syahid. Semoga semua amal ibadahnya diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup
 setelahnya. Amiin.

http://isykarima.com/index.php?option=com_content&view=frontpage&Itemid=1

No comments:

Post a Comment

Entri Populer

mtv

 

statistik

Arrahmah.Com

PRICE MY BLOG

BlogUpp!

! FOLLOW ME !

Follow by Email

{mribonkblog.blogspot.com} is proudly powered by Blogger.com | Template by Azzam nurjihad | o-om.com